Anjing Ras Giant Schnauzer



Giant Schnauzer berasal dari sebuah daerah di Selatan Jerman yang digunakan untuk menggiring lembu. Sejalan dengan perputaran jaman, para peternak menyadari sisi lebih dari anjing Schnauzer yang memiliki kemampuan bekerja dan memiliki karakter yang bernilai tinggi. Dan dipercaya trah ini tepatnya berasal dari Pegunungan Bavaria pada sekitar tahun 1810. Ia dikembangkan selain untuk bekerja, sejak dahulu juga digunakan sebagai anjing penjaga pada tempat pengolahan bir sebagai anjing penarik kereta, penggembala dan juga sebagai anjing yang bertugas membantu pekerjaan polisi. Sejak tahun 1913 trah ini telah didaftarkan pada buku silsilah, dan pada tahun 1925 Giant Schanuzer telah diakui sebagai jenis anjing pekerja.

PENAMPILAN SECARA UMUM:
Berukuran besar, penuh tenaga, berisi dan tidak ramping. Secara rinci, menggambarkan kekuatan yang penuh dari Schnauzer. Anjing yang sabar, selalu siap membela, dengan diserta penampilan yang anggun.

PROPOSIONAL:
Berbentuk persegi empat, yakni antara tinggi hingga pundak hampir sama dengan anjang tubuhnya. Panjang kepala (jika diukur dari ujung hidung hingga ujung tengkorak (occiput), akan mewakili hampir setengah panjang pundak (jika diukur dari bahu sampai ujung pangkal ekor) .

TEMPERAMENTAL:
Yang merupakan ciri khas karakteristik dari anjing ini adalah sikap dan bawaannya yang baik secara alamiah, demikian juga temperamen dan loyalitas yang dapat dipercaya terhadap pemiliknya. Anjing ini terbentuk dari awal memiliki struktur fisik yang baik, intelegensia yang tinggi, mudah dilatih, memiliki kekuatan, kecepatan, daya tahan tubuh yang baik terhadap cuaca dan penyakit. Kemampuannya terlahir untuk tetap santai dan rasa percaya diri yang tinggi membuatnya sangat cocok sebagai anjing sahabat, berburu, penjaga dan sebagai anjing pekerja.


KEPALA:

Tengkorak: Kuat, panjang tanpa terlihat tanda pada ujung tengkorak belakang (occiput). Kepala harus selaras dengan kekuatan daripada anjing ini. Memiliki tulang dahi yang datar, tanpa ada kerutan dan lurus kearah hidung.

Stop: Tampak jelas hal ini ditambah dengan adanya alis mata.

Hidung: Tertata dengan baik, memiliki lubang hidung yang besar dan harus selalu berwarna hitam.

Rahang: berakhir rata, tatanan hidungnya lurus.

Bibir: Hitam, lembut dan terletak erat pada rahang, Bagian ujung bibir tertutup.

Rahang/Gigi: Kokoh pada bagian rahang atas dan bawah. Dengan gigitan lengkap  yang menggunting ( dengan jumlah 42 gigi putih, sesuai dengan formula tatanan gigi) terbentuk dengan kokoh dan menutup rapat. Otot gusinya terbentuk kuat namun pipi harus tidak terpengaruh dan memiliki bentuk segi empat dari kepalanya (dengan janggutnya).

Mata: memiliki ukuran yang sedang besarnya, oval, mengarah ke depan, berwarna hitam dengan ekspresi yang hidup. Kelopak mata menutupi keseluruhan biji mata.

Telinga: Telinga yang menjuntai, terletak tinggi, membentuk huruf “V” dengan bagian dalam menutupi bagian pipi, sejajar, mengarah ke depan pada bagian pelipis. Terlipat secara paralel, dan tidak boleh berada di atas tengkorak.

Leher: Leher yang kuat, dengan otot leher yang berstruktur sempurna, tertata dengan rapi hingga pundak yang kesemuanya melambangkan kekuatan daripada trah ini. Kulit pada tenggorokkan padat tanpa lipatan.


BADAN:

Garis Punggung (Topline): sedikit berlekuk dari pundak hingga belakang.

Pundak: Merupakan puncak tertinggi dari titik garis punggung.

Belakang: Kuat, pendek dan  kencang.

Daging Pinggul: Pendek, Kuat dan jauh ke dalam, Jarak antara tulang rusuk yang terakhir hingga sambungan tulang sendi belakang dekat, sehingga anjing tampil kompak.

Pinggul bagian belakang: Agak sedikit bundar, terpadu pada letak ujung ekor.

Dada: Agak melebar, berbentuk diameter yang oval, hingga mencapai siku bagian depan, terdapat tanda pada ujung dari tulang dada.

Bagian bawah perut: Pinggang tidak terlalu melipat, membentuk lingkaran yang baik disamping lingkaran tulang rusuk.

Ekor: Sangat alamiah; yang berbentuk pedang atau sabit, dikesampingkan terlebih dahulu.

Tubuh bagian depan: Apabila dilihat dari arah depan, kaki depan terlihat kokoh, lurus dan tidak berdekatan. Bila dilihat dari samping , kaki depan bagian atas lurus dan sejajar.

Pundak: Tulang belikat terletak menyentuh rusuk dan memiliki otot yang kuat pada kedua belah tulang belikatnya, yang menonjol dari tulang-tulangnya. Tulang pundak ini harus memiliki kemiringan horizontal yang membentuk hampir 50°.

Lengan depan atas: terletak dekat dengan tubuh, kuat dan memiliki otot yang baik, dan memiliki kemiringan antara 95° hingga 105° ke arah pundak.

Siku: Tertutup rapi, baik bila dilihat dari sisi sebelah dalam maupun luar.

Lengan: Apabila dilihat dari semua sisi, akan tampak lurus, terbentuk pada otot-otot yang terbungkus kokoh.

Sendi kaki depan : Kuat dan kokoh, Agak sedikit lebih menonjol dibandingkan kaki bagian atas.

Telapak kaki bagian atas: Tampak dari depan berbentuk vertikal, dan dilihat dari samping agak sedikit melengkung dari tanah dan tampak kuat.

Telapak kaki bagian bawah: Pendek dan bundar, jari kaki tertaut dengan baik dan bulat (cat foot), dengan kuku kaki hitam pendek dan telapak bagian bawah yang tebal.

Tubuh bagian belakang: Berdiri sejajar apabila dilihat dari samping, dan bila tampak dari belakang tampak paralel namun tidak saling berhimpitan.

Paha belakang atas: Berukuran cukup panjang, lebar dengan otot yang kuat.

Lutut belakang: Membelok baik dilihat dari dalam maupun luar.

Paha belakang bawah: Panjang dan kuat, berotot,mengarah kepada tumitnya yang kokoh.

Tumit: Pendek, lurus ke tanah.

Telapak kaki belakang: memiliki jari-jari yang pendek, dan tertaut rapi, kuku pendek berwarna hitam.

Gerak langkah: Memiliki gerak langkah yang fleksibel, anggun, lincah, bebas dan menutup tanah. Kaki bagian depan melangkah sejauh mungkin, kaki belakang menutupi tanah dan lentur, yang menghasilkan gerakkan yang maksimal. Kaki bagian depan dan kaki bagian belakang mengayun secara bersamaan. Jaringan tulang bagian belakang dan persendiannya terbentuk secara kuat.

Kulit: Kulitnya membelit kencang pada seluruh bagian tubuh.

Bulu: Bulu yang lurus namun kuat, keras dan lebat. Memiliki lapisan bulu dalam yang keras dan lapisan ini tidak terlalu pendek tumbuh di sekitar tubuhnya. Bulu bagian atas kasar dan cukup panjang sehingga kita dapat merasakan teksturnya, bulunya kasar dan berombak. Bulu di bagian badan cenderung kurang kasar. Bulu-bulu pendek memenuhi kepala bagian belakang dan kedua telinganya. Karakteristik bulunya yang sangat tipikal adalah tidak terlalu lembut pada bagian otot dan bulu mata lebih lebat membayangi kedua belah mata.

Warna:

Hitam Pekat, dengan bulu lapisan dalam juga hitam

Menyerupai warna ‘lada’ dan ‘garam’ (Pepper and Salt)

Apabila membiakkan warna ‘Pepper and Salt’, yang dimaksud disini adalah warna agak gelap yang menyebar secara merata, dengan pigmen yang baik, warna ‘lada’ dengan bulu lapisan dalam warna abu-abu. Warna agak gelap dari hitam ke abu-abuan hingga abu-abu perak diperkenankan. Pada semua jenis variasi warna harus terdapat warna gelap yang samar-samar, dan harus dapat beradaptasi secara harmonis dengan masing-masing warna. Perbedaan tanda terang yang menyolok pada bagian kepala, dada dan pada anggota tubuh yang lain tidak diharapkan.


Tinggi:
  • Dewasa Jantan: 26  - 28 Inch / 66 - 71 Cm dari pundak
  • Dewasa Betina:  23  - 26 Inch / 58 - 66 Cm dari pundak


Berat Badan:
  • Dewasa Jantan : Antara 60 - 80 Lbs / 27 - 36 Kg
  • Dewasa Betina: Antara 55 - 75 Lbs / 25 - 34 Kg


Keesalahan:
  • Segala sesuatu yang menyimpang dari penjelasan di atas harus dipertimbangkan sebagai suatu kesalahan, dan untuk hal yang lebih serius  terutama pada hal-hal yang menyangkut keaslian bentuk tubuh hingga mencapai suatu tingkatan yang menyebabkan kesehatan dan kelanjutan hidup dari anjing tersebut, khususnya hal-hal berikut ini:
  • Bentuk kepala secara keseluruhan terlalu kecil atau terlalu pendek
  • Terlalu Besar ataupun Bentuk Tengkorak yang Bundar
  • Kerutan pada dahi
  • Rahang yang pendek, runcing atau sempit
  • Gigitan yang seperti capit
  • Pipi atau Tulang pipi yang terlalu menonjol
  • Mata yang bening, terlalu besar atau bulat
  • Telinga yang terletak rendah, terlalu panjang atau keduanya tidak terletak sejajar
  • Gongongan yang  ‘parau’ / nyaris tak terdengar
  • Leher yang dengan kulit berlebih dan sempit
  • Punggung yang terlalu panjang, melipat atau lemah
  • Punggung yang melengkung
  • Ekor yang mengarah ke kepala
  • Bagian Belakang yang menukik
  • Jari-jari kaki yang panjang
  • Gerakkan yang tidak stabil
  • Bulu yang terlalu pendek, terlalu panjang, lembut, keriting, halus, putih atau dengan tanda ataupun memiliki warna bercampur
  • Lapisan bulu berwarna coklat
  • Pada bulu warna ‘lada’ dan ‘garam’ terdapat warna bercak hitam di belakang atau hitam di punggung
  • Ukuran Tinggi yang melebihi atau kurang dari 2 cm


Kesalahan fatal:
  • Tubuh yang limbung atau ringan. Kaki yang terlalu pendek atau terlalu tinggi
  • Jenis Seksual yang terbalik ( Jantan berukuran seperti betina)
  • Siku yang mengarah keluar
  • Kaki belakang yang lurus atau seperti kaki sapi (cow hocks)
  • Ukuran tinggi yang lebih atau kurang dari 2Cm  tetapi kurang dari 4 Cm
Diskualifikasi kesalahan:
  • Sifat malu, terlalu agresif, galak, memiliki rasa curiga yang berlebihan atau ketakutan
  • Cacat bawaan dalam bentuk apapun
  • Kegagalan pada mulut, seperi ‘over’ atau ‘undershot’ atau mulut membuka
  • Kesalahan-kesalahan fatal secara individu pada bagian-bagian terpenting, seperti kesalahan struktur tulang, bulu dan warna
  • Memiliki ukuran yang lebih atau kurang dari 4 Cm
  • Anjing yang secara jelas menunjukkan kelainan secara fisik maupun tingkah laku yang tidak normal harus mendapat diskualifikasi
  • Catatan: Anjing Jantan harus memiliki 2 (dua) buah testikel yang lengkap

PANDUAN MEMBERI MAKAN dan PERAWATAN:
  • Mengingat Giant Schnauzer adalah jenis trah yang cenderung mudah menjadi besar dan gemuk, sangat disarankan dalam memberikan makanan tidak sekaligus dalam jumlah besar dalam  1 hari, lebih baik diberikan 2 atau 3 kali sehari dalam jumlah yang lebih sedikit.
  • Untuk perawatan pada bulu Giant Schnauzer, membutuhkan perhatian khusus pada lapisan bulu bagian dalam, karena jika tidak disisir setiap minggu maka akan terjadi gumpalan. Untuk anjing peliharaan di rumah, selama setahun paling sedikit 4-5 kali dilakukan pencukuran untuk merapikan, sedangkan untuk anjing yang biasa mengikuti perlombaan butuh lebih sering dirapikan, dan kumis harus dibersihkan terutama bila setelah diberi makan.
  • Sangat direkomendasikan untuk membuang / memotong jari lebih yang terletak di depan maupun di belakang kedua kakinya, jika memang diinginkan.
  • Pada umumnya ekor dipotong hingga batas ruas tulang ekor yang kedua atau ketiga.
  • Daun telinga juga boleh dikupir jika dikehendaki, namun tidak dilakukanpun juga tidak menjadi persoalan.
  • Semua proses dan prosedur pemotongan ini sebaiknya dilakukan pada saat anjing baru berusia beberapa hari.


Giant Schnauzer harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala setiap tahun, konsultasikan hal ini dengan dokter hewan Anda, agar supaya anjing Anda mendapatkan perawatan yang sepatutnya, dan sebagai acuan dan informasi hal-hal berikut ini dapat dijadikan pegangan:
  • Usia 3 Minggu: Diberikan Obat Cacing
  • Usia 6-8 minggu: Vaksinasi Distemper, Leptopirosis, Heatitis, Parainfluenza, Parvo dan Corona Virus (DHLPPC)
  • Usia 10-12 minggu: Pengulangan kedua DHLPPC
  • Usia 14-16 minggu: Pengulangan ketiga DHLPPC dan Rabies
  • Setiap Tahun: Pengulangan DHLPPC dan Rabies
  • Mengingat kondisi setiap anjing berbeda sangat dianjurkan sebelum melakukan hal tersebut di atas untuk terlebih dahulu mengkonsultasikannya dengan dokter hewan Anda
  • Bulu anjing Giant Schnauzer mengalami kerontokkan sangat sedikit, dan tidak memiliki bau khas anjing pada jenis ini, sehingga hanya sedikit diperlukan perawatan tambahan jika diperlihara di dalam rumah.
Pemeliharaan Di Dalam Rumah:

Giant Schnauzer membutuhkan tempat yang luas, dan memiliki dan memeliharanya di apartemen tidak dianjurkan, mereka akan lebih merasa nyaman tinggal dalam ruangan di rumah dengan memiliki ruang gerak yang cukup, namun mereka juga membutuhkan ruang gerak yang cukup di luar rumah agar mereka dapat merasakan kebebasan dan dapat hidup dengan layak.


sosialisasi dengan Lingkungan :

Giant Schanuzer adalah jenis anjing yang mencintai lingkungan tempatnya berada, dia juga dapat bersosialisasi dengan hewan peliharaan yang lain, namun dia akan menjadi anjing yang lebih dominan terhadap anjing peliharaan jenis lain, terkecuali pada awalnya sejak kecil sudah saling diperkenalkan dan hidup secara bersama-sama. Mereka memilki rasa curiga yang tinggi terhadap orang asing, dan diperlukan sosialisasi untuk mengatasi hal ini.


Latihan:

Mendidik dan melatih Anjing Giant Schnauzer membutuhkan tekad dan harus secara konsisten, namun ia akan memberikan respon yang baik tanpa paksaan apabila diberikan pelajaran yang positif, Giant Schnauzer dapat diandalkan apabila dilatih untuk mengikuti latihan  ketaatan, ketrampilan, penjagaan dan yang lainnya.


Aktivitas:

Jenis trah ini membutuhkan banyak latihan, selain latihan berjalan atau berlari, mereka juga membutuhkan ruang gerak yang cukup untuk bermain, berenang, ataupun mengikuti aktivitas latihan-latihan intensif.


Problematika Yang Umum Pada Giant Schanuzer:

Trah Giant Schnauzer adalah jenis trah yang secara genetika cukup rawan terhadap penyakit kanker, terutama pada bagian jari kakinya, dan dapat menjadi permasalahan yang serius meskipun sudah terdeteksi lebih awal. Pencegahan lebih dini sangat dianjurkan, namun perawatan lebih baik daripada pengobatan, dan hal ini akan jauh lebih efektif.

Jenis trah ini juga rawan terhadap kegemukkan, epilepsi, dan juga ‘Hip Dysplasia’.

Perawatan Yang DIbutuhkan Sehari-Hari:

1. Janganlah melakukan latihan yang terlalu berlebihan kepada anak anjing Giant Schnauzer Anda terutama pada saat mereka baru berusia 1 atau 2 tahun, karena pada saat tersebut struktur tulang mereka masih di dalam masa pertumbuhan.

2. Sikatlah Bulu Giant Schnauzer Anda  dengan menggunakan Sikat rambut yang kokoh sesuai dengan kebutuhan, mandikan mereka sesuai dengan kebutuhan, hal ini tergantung lokasi tempat mereka bermain / berlatih. Jangan lupa menyikat bulunya yang panjang, semakin sering Anda menyisir bulu mereka hal ini akan mengatasi kerontokkan yang menyeluruh dan terjadinya penggumpalan pada bulu.

3. Potonglah Kuku mereka setiap 2 atau 3 minggu.

4. Bersihkan Mata anjing Giant Schnauzer sesering mungkin dengan menggunakan bola kapas yang bersih, dan gunakanlah bola kapas yang baru untuk membersihkan mata yang berbeda.

5. Mengerti mengenai problematika  kesehatan yang mungkin timbul pada Giant Schnauzer seperti :  Kegemukkan, kanker jari kaki, epilepsy dan  Hip Dysplasia (Kegagalan pada sambungan persendian).

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls