Anjing Ras Giant Schnauzer



Giant Schnauzer berasal dari sebuah daerah di Selatan Jerman yang digunakan untuk menggiring lembu. Sejalan dengan perputaran jaman, para peternak menyadari sisi lebih dari anjing Schnauzer yang memiliki kemampuan bekerja dan memiliki karakter yang bernilai tinggi. Dan dipercaya trah ini tepatnya berasal dari Pegunungan Bavaria pada sekitar tahun 1810. Ia dikembangkan selain untuk bekerja, sejak dahulu juga digunakan sebagai anjing penjaga pada tempat pengolahan bir sebagai anjing penarik kereta, penggembala dan juga sebagai anjing yang bertugas membantu pekerjaan polisi. Sejak tahun 1913 trah ini telah didaftarkan pada buku silsilah, dan pada tahun 1925 Giant Schanuzer telah diakui sebagai jenis anjing pekerja.

PENAMPILAN SECARA UMUM:
Berukuran besar, penuh tenaga, berisi dan tidak ramping. Secara rinci, menggambarkan kekuatan yang penuh dari Schnauzer. Anjing yang sabar, selalu siap membela, dengan diserta penampilan yang anggun.

PROPOSIONAL:
Berbentuk persegi empat, yakni antara tinggi hingga pundak hampir sama dengan anjang tubuhnya. Panjang kepala (jika diukur dari ujung hidung hingga ujung tengkorak (occiput), akan mewakili hampir setengah panjang pundak (jika diukur dari bahu sampai ujung pangkal ekor) .

TEMPERAMENTAL:
Yang merupakan ciri khas karakteristik dari anjing ini adalah sikap dan bawaannya yang baik secara alamiah, demikian juga temperamen dan loyalitas yang dapat dipercaya terhadap pemiliknya. Anjing ini terbentuk dari awal memiliki struktur fisik yang baik, intelegensia yang tinggi, mudah dilatih, memiliki kekuatan, kecepatan, daya tahan tubuh yang baik terhadap cuaca dan penyakit. Kemampuannya terlahir untuk tetap santai dan rasa percaya diri yang tinggi membuatnya sangat cocok sebagai anjing sahabat, berburu, penjaga dan sebagai anjing pekerja.


KEPALA:

Tengkorak: Kuat, panjang tanpa terlihat tanda pada ujung tengkorak belakang (occiput). Kepala harus selaras dengan kekuatan daripada anjing ini. Memiliki tulang dahi yang datar, tanpa ada kerutan dan lurus kearah hidung.

Stop: Tampak jelas hal ini ditambah dengan adanya alis mata.

Hidung: Tertata dengan baik, memiliki lubang hidung yang besar dan harus selalu berwarna hitam.

Rahang: berakhir rata, tatanan hidungnya lurus.

Bibir: Hitam, lembut dan terletak erat pada rahang, Bagian ujung bibir tertutup.

Rahang/Gigi: Kokoh pada bagian rahang atas dan bawah. Dengan gigitan lengkap  yang menggunting ( dengan jumlah 42 gigi putih, sesuai dengan formula tatanan gigi) terbentuk dengan kokoh dan menutup rapat. Otot gusinya terbentuk kuat namun pipi harus tidak terpengaruh dan memiliki bentuk segi empat dari kepalanya (dengan janggutnya).

Mata: memiliki ukuran yang sedang besarnya, oval, mengarah ke depan, berwarna hitam dengan ekspresi yang hidup. Kelopak mata menutupi keseluruhan biji mata.

Telinga: Telinga yang menjuntai, terletak tinggi, membentuk huruf “V” dengan bagian dalam menutupi bagian pipi, sejajar, mengarah ke depan pada bagian pelipis. Terlipat secara paralel, dan tidak boleh berada di atas tengkorak.

Leher: Leher yang kuat, dengan otot leher yang berstruktur sempurna, tertata dengan rapi hingga pundak yang kesemuanya melambangkan kekuatan daripada trah ini. Kulit pada tenggorokkan padat tanpa lipatan.


BADAN:

Garis Punggung (Topline): sedikit berlekuk dari pundak hingga belakang.

Pundak: Merupakan puncak tertinggi dari titik garis punggung.

Belakang: Kuat, pendek dan  kencang.

Daging Pinggul: Pendek, Kuat dan jauh ke dalam, Jarak antara tulang rusuk yang terakhir hingga sambungan tulang sendi belakang dekat, sehingga anjing tampil kompak.

Pinggul bagian belakang: Agak sedikit bundar, terpadu pada letak ujung ekor.

Dada: Agak melebar, berbentuk diameter yang oval, hingga mencapai siku bagian depan, terdapat tanda pada ujung dari tulang dada.

Bagian bawah perut: Pinggang tidak terlalu melipat, membentuk lingkaran yang baik disamping lingkaran tulang rusuk.

Ekor: Sangat alamiah; yang berbentuk pedang atau sabit, dikesampingkan terlebih dahulu.

Tubuh bagian depan: Apabila dilihat dari arah depan, kaki depan terlihat kokoh, lurus dan tidak berdekatan. Bila dilihat dari samping , kaki depan bagian atas lurus dan sejajar.

Pundak: Tulang belikat terletak menyentuh rusuk dan memiliki otot yang kuat pada kedua belah tulang belikatnya, yang menonjol dari tulang-tulangnya. Tulang pundak ini harus memiliki kemiringan horizontal yang membentuk hampir 50°.

Lengan depan atas: terletak dekat dengan tubuh, kuat dan memiliki otot yang baik, dan memiliki kemiringan antara 95° hingga 105° ke arah pundak.

Siku: Tertutup rapi, baik bila dilihat dari sisi sebelah dalam maupun luar.

Lengan: Apabila dilihat dari semua sisi, akan tampak lurus, terbentuk pada otot-otot yang terbungkus kokoh.

Sendi kaki depan : Kuat dan kokoh, Agak sedikit lebih menonjol dibandingkan kaki bagian atas.

Telapak kaki bagian atas: Tampak dari depan berbentuk vertikal, dan dilihat dari samping agak sedikit melengkung dari tanah dan tampak kuat.

Telapak kaki bagian bawah: Pendek dan bundar, jari kaki tertaut dengan baik dan bulat (cat foot), dengan kuku kaki hitam pendek dan telapak bagian bawah yang tebal.

Tubuh bagian belakang: Berdiri sejajar apabila dilihat dari samping, dan bila tampak dari belakang tampak paralel namun tidak saling berhimpitan.

Paha belakang atas: Berukuran cukup panjang, lebar dengan otot yang kuat.

Lutut belakang: Membelok baik dilihat dari dalam maupun luar.

Paha belakang bawah: Panjang dan kuat, berotot,mengarah kepada tumitnya yang kokoh.

Tumit: Pendek, lurus ke tanah.

Telapak kaki belakang: memiliki jari-jari yang pendek, dan tertaut rapi, kuku pendek berwarna hitam.

Gerak langkah: Memiliki gerak langkah yang fleksibel, anggun, lincah, bebas dan menutup tanah. Kaki bagian depan melangkah sejauh mungkin, kaki belakang menutupi tanah dan lentur, yang menghasilkan gerakkan yang maksimal. Kaki bagian depan dan kaki bagian belakang mengayun secara bersamaan. Jaringan tulang bagian belakang dan persendiannya terbentuk secara kuat.

Kulit: Kulitnya membelit kencang pada seluruh bagian tubuh.

Bulu: Bulu yang lurus namun kuat, keras dan lebat. Memiliki lapisan bulu dalam yang keras dan lapisan ini tidak terlalu pendek tumbuh di sekitar tubuhnya. Bulu bagian atas kasar dan cukup panjang sehingga kita dapat merasakan teksturnya, bulunya kasar dan berombak. Bulu di bagian badan cenderung kurang kasar. Bulu-bulu pendek memenuhi kepala bagian belakang dan kedua telinganya. Karakteristik bulunya yang sangat tipikal adalah tidak terlalu lembut pada bagian otot dan bulu mata lebih lebat membayangi kedua belah mata.

Warna:

Hitam Pekat, dengan bulu lapisan dalam juga hitam

Menyerupai warna ‘lada’ dan ‘garam’ (Pepper and Salt)

Apabila membiakkan warna ‘Pepper and Salt’, yang dimaksud disini adalah warna agak gelap yang menyebar secara merata, dengan pigmen yang baik, warna ‘lada’ dengan bulu lapisan dalam warna abu-abu. Warna agak gelap dari hitam ke abu-abuan hingga abu-abu perak diperkenankan. Pada semua jenis variasi warna harus terdapat warna gelap yang samar-samar, dan harus dapat beradaptasi secara harmonis dengan masing-masing warna. Perbedaan tanda terang yang menyolok pada bagian kepala, dada dan pada anggota tubuh yang lain tidak diharapkan.


Tinggi:
  • Dewasa Jantan: 26  - 28 Inch / 66 - 71 Cm dari pundak
  • Dewasa Betina:  23  - 26 Inch / 58 - 66 Cm dari pundak


Berat Badan:
  • Dewasa Jantan : Antara 60 - 80 Lbs / 27 - 36 Kg
  • Dewasa Betina: Antara 55 - 75 Lbs / 25 - 34 Kg


Keesalahan:
  • Segala sesuatu yang menyimpang dari penjelasan di atas harus dipertimbangkan sebagai suatu kesalahan, dan untuk hal yang lebih serius  terutama pada hal-hal yang menyangkut keaslian bentuk tubuh hingga mencapai suatu tingkatan yang menyebabkan kesehatan dan kelanjutan hidup dari anjing tersebut, khususnya hal-hal berikut ini:
  • Bentuk kepala secara keseluruhan terlalu kecil atau terlalu pendek
  • Terlalu Besar ataupun Bentuk Tengkorak yang Bundar
  • Kerutan pada dahi
  • Rahang yang pendek, runcing atau sempit
  • Gigitan yang seperti capit
  • Pipi atau Tulang pipi yang terlalu menonjol
  • Mata yang bening, terlalu besar atau bulat
  • Telinga yang terletak rendah, terlalu panjang atau keduanya tidak terletak sejajar
  • Gongongan yang  ‘parau’ / nyaris tak terdengar
  • Leher yang dengan kulit berlebih dan sempit
  • Punggung yang terlalu panjang, melipat atau lemah
  • Punggung yang melengkung
  • Ekor yang mengarah ke kepala
  • Bagian Belakang yang menukik
  • Jari-jari kaki yang panjang
  • Gerakkan yang tidak stabil
  • Bulu yang terlalu pendek, terlalu panjang, lembut, keriting, halus, putih atau dengan tanda ataupun memiliki warna bercampur
  • Lapisan bulu berwarna coklat
  • Pada bulu warna ‘lada’ dan ‘garam’ terdapat warna bercak hitam di belakang atau hitam di punggung
  • Ukuran Tinggi yang melebihi atau kurang dari 2 cm


Kesalahan fatal:
  • Tubuh yang limbung atau ringan. Kaki yang terlalu pendek atau terlalu tinggi
  • Jenis Seksual yang terbalik ( Jantan berukuran seperti betina)
  • Siku yang mengarah keluar
  • Kaki belakang yang lurus atau seperti kaki sapi (cow hocks)
  • Ukuran tinggi yang lebih atau kurang dari 2Cm  tetapi kurang dari 4 Cm
Diskualifikasi kesalahan:
  • Sifat malu, terlalu agresif, galak, memiliki rasa curiga yang berlebihan atau ketakutan
  • Cacat bawaan dalam bentuk apapun
  • Kegagalan pada mulut, seperi ‘over’ atau ‘undershot’ atau mulut membuka
  • Kesalahan-kesalahan fatal secara individu pada bagian-bagian terpenting, seperti kesalahan struktur tulang, bulu dan warna
  • Memiliki ukuran yang lebih atau kurang dari 4 Cm
  • Anjing yang secara jelas menunjukkan kelainan secara fisik maupun tingkah laku yang tidak normal harus mendapat diskualifikasi
  • Catatan: Anjing Jantan harus memiliki 2 (dua) buah testikel yang lengkap

PANDUAN MEMBERI MAKAN dan PERAWATAN:
  • Mengingat Giant Schnauzer adalah jenis trah yang cenderung mudah menjadi besar dan gemuk, sangat disarankan dalam memberikan makanan tidak sekaligus dalam jumlah besar dalam  1 hari, lebih baik diberikan 2 atau 3 kali sehari dalam jumlah yang lebih sedikit.
  • Untuk perawatan pada bulu Giant Schnauzer, membutuhkan perhatian khusus pada lapisan bulu bagian dalam, karena jika tidak disisir setiap minggu maka akan terjadi gumpalan. Untuk anjing peliharaan di rumah, selama setahun paling sedikit 4-5 kali dilakukan pencukuran untuk merapikan, sedangkan untuk anjing yang biasa mengikuti perlombaan butuh lebih sering dirapikan, dan kumis harus dibersihkan terutama bila setelah diberi makan.
  • Sangat direkomendasikan untuk membuang / memotong jari lebih yang terletak di depan maupun di belakang kedua kakinya, jika memang diinginkan.
  • Pada umumnya ekor dipotong hingga batas ruas tulang ekor yang kedua atau ketiga.
  • Daun telinga juga boleh dikupir jika dikehendaki, namun tidak dilakukanpun juga tidak menjadi persoalan.
  • Semua proses dan prosedur pemotongan ini sebaiknya dilakukan pada saat anjing baru berusia beberapa hari.


Giant Schnauzer harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala setiap tahun, konsultasikan hal ini dengan dokter hewan Anda, agar supaya anjing Anda mendapatkan perawatan yang sepatutnya, dan sebagai acuan dan informasi hal-hal berikut ini dapat dijadikan pegangan:
  • Usia 3 Minggu: Diberikan Obat Cacing
  • Usia 6-8 minggu: Vaksinasi Distemper, Leptopirosis, Heatitis, Parainfluenza, Parvo dan Corona Virus (DHLPPC)
  • Usia 10-12 minggu: Pengulangan kedua DHLPPC
  • Usia 14-16 minggu: Pengulangan ketiga DHLPPC dan Rabies
  • Setiap Tahun: Pengulangan DHLPPC dan Rabies
  • Mengingat kondisi setiap anjing berbeda sangat dianjurkan sebelum melakukan hal tersebut di atas untuk terlebih dahulu mengkonsultasikannya dengan dokter hewan Anda
  • Bulu anjing Giant Schnauzer mengalami kerontokkan sangat sedikit, dan tidak memiliki bau khas anjing pada jenis ini, sehingga hanya sedikit diperlukan perawatan tambahan jika diperlihara di dalam rumah.
Pemeliharaan Di Dalam Rumah:

Giant Schnauzer membutuhkan tempat yang luas, dan memiliki dan memeliharanya di apartemen tidak dianjurkan, mereka akan lebih merasa nyaman tinggal dalam ruangan di rumah dengan memiliki ruang gerak yang cukup, namun mereka juga membutuhkan ruang gerak yang cukup di luar rumah agar mereka dapat merasakan kebebasan dan dapat hidup dengan layak.


sosialisasi dengan Lingkungan :

Giant Schanuzer adalah jenis anjing yang mencintai lingkungan tempatnya berada, dia juga dapat bersosialisasi dengan hewan peliharaan yang lain, namun dia akan menjadi anjing yang lebih dominan terhadap anjing peliharaan jenis lain, terkecuali pada awalnya sejak kecil sudah saling diperkenalkan dan hidup secara bersama-sama. Mereka memilki rasa curiga yang tinggi terhadap orang asing, dan diperlukan sosialisasi untuk mengatasi hal ini.


Latihan:

Mendidik dan melatih Anjing Giant Schnauzer membutuhkan tekad dan harus secara konsisten, namun ia akan memberikan respon yang baik tanpa paksaan apabila diberikan pelajaran yang positif, Giant Schnauzer dapat diandalkan apabila dilatih untuk mengikuti latihan  ketaatan, ketrampilan, penjagaan dan yang lainnya.


Aktivitas:

Jenis trah ini membutuhkan banyak latihan, selain latihan berjalan atau berlari, mereka juga membutuhkan ruang gerak yang cukup untuk bermain, berenang, ataupun mengikuti aktivitas latihan-latihan intensif.


Problematika Yang Umum Pada Giant Schanuzer:

Trah Giant Schnauzer adalah jenis trah yang secara genetika cukup rawan terhadap penyakit kanker, terutama pada bagian jari kakinya, dan dapat menjadi permasalahan yang serius meskipun sudah terdeteksi lebih awal. Pencegahan lebih dini sangat dianjurkan, namun perawatan lebih baik daripada pengobatan, dan hal ini akan jauh lebih efektif.

Jenis trah ini juga rawan terhadap kegemukkan, epilepsi, dan juga ‘Hip Dysplasia’.

Perawatan Yang DIbutuhkan Sehari-Hari:

1. Janganlah melakukan latihan yang terlalu berlebihan kepada anak anjing Giant Schnauzer Anda terutama pada saat mereka baru berusia 1 atau 2 tahun, karena pada saat tersebut struktur tulang mereka masih di dalam masa pertumbuhan.

2. Sikatlah Bulu Giant Schnauzer Anda  dengan menggunakan Sikat rambut yang kokoh sesuai dengan kebutuhan, mandikan mereka sesuai dengan kebutuhan, hal ini tergantung lokasi tempat mereka bermain / berlatih. Jangan lupa menyikat bulunya yang panjang, semakin sering Anda menyisir bulu mereka hal ini akan mengatasi kerontokkan yang menyeluruh dan terjadinya penggumpalan pada bulu.

3. Potonglah Kuku mereka setiap 2 atau 3 minggu.

4. Bersihkan Mata anjing Giant Schnauzer sesering mungkin dengan menggunakan bola kapas yang bersih, dan gunakanlah bola kapas yang baru untuk membersihkan mata yang berbeda.

5. Mengerti mengenai problematika  kesehatan yang mungkin timbul pada Giant Schnauzer seperti :  Kegemukkan, kanker jari kaki, epilepsy dan  Hip Dysplasia (Kegagalan pada sambungan persendian).

Anjing Ras Cane Corso


Ketika anda melihat Cane Corso, kesan pertama anda adalah ia merupakan atlet, mengingatkan anda kepada seorang tukang gulat Greco-Roman. Cane Corso harus diimbangi dengan tulang yang kokoh dan otot-otot yang besar. Cane Corso harus selalu waspada, tidak penakut dan percaya diri. Cane Corso merupakan anjing yang memiliki fungsi, ia dikembangbiakkan untuk melakukan beberapa pekerjaan dari bertempur hingga menggembala, dan Cane Corso harus bisa menampilkan kemampuannya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut.
 
Cane Corso merupakan merupakan anjing yang sangat seimbang secara mental begitu pula secara fisik, ia harus percaya diri, aman dan waspada. Ia harus merupakan campuran yang sempurna dari sikap tempur, sikap agresif, kepatuhan, keramahan dan rasa ingin tahu. Ketegasan sifatnya merupakan kekuatan mental sejati dari trah ini. Cane Corso membutuhkan banyak sosialisasi ketika usianya masih muda, hal ini sangat disarankan untuk memerangi sifat kebencian alami yang dimiliki trah ini terhadap orang asing. Cane Corso akan dengan cepat memiliki ikatan dengan keluarga anda, khususnya dengan anak-anak, namun seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ia memiliki kebencian alami terhadap orang asing, sehingga lebih baik anda mengawasi semua teman anak-anak anda yang bertamu dan seminimal mungkin bermain kasar dengan anjing ini.

Standarisasi
Asal: Italy

Pemanfaatan: Anjing Penjaga

Klasifikasi FCI: Grup 2 Pinscher dan Schnauzher Type Molossian, Swiss Mountain dan Cattle Dogs.
Bagian 2.2 Type Molossian, Mountain

Ringkasan Sejarah Singkat: Nenek moyangnya merupakan jenis Roman Molossian tua. Pada masa lalu dipelihara dan banyak ditemukan di provinsi Foggia dan Ban. Namanya berasal dari Latin “cohors”, yang artinya “pelindung, pengawal tanah pertanian”.

Tampilan Umum: Anjing yang berukuran sedang hingga besar. Kuat dan kokoh, namun anggun. Tidak berlemak, dengan otot kuat yang panjang.

Proporsi Penting: Panjang dari kepala mencapai 36% dari punggung. Anjing ini agak panjang daripada tinggi.

Sikap/Temperamen: Penlindung properti, keluarga dan hewan ternak; sangat tangkas dan peka. Pada jaman dulu, anjing ini digunakan untuk menggembala ternak dan permainan berburu.

Kepala: Besar dan bertipikal molossoid. Sumbu longitudinal atas dari tengkorak dan moncong bertemu sedikit.

Daerah Tengkorak

Tengkorak: Lebar; pada lengkungan tulang yang membentuk jembatan antara tulang pipi dan tulang temporal pada setiap sisi tengkorak mamalia lebarnya sama dengan atau lebih lebar dari panjangnya.  Cembung di depan, menajdi cukup datar dibelakang dahi hingga ke tengkuk. Alur medio-frontal terlihat.

Stop: Jelas.

Daerah wajah

Hidung: Hitam dan besar dengan cukup, lubang hidung terbuka dengan satu garis yang sama dengan jembatan hidung.

Moncong: Dengan jelas lebih pendek daripadi tengkorak (rasio tengkorak 62%-64%, moncong 36%-38%), kuat, sangat persegi, dengan depan wajah yang datar dan sejajar dengan lebar selebar permukaan panjang sisi. Kerangka jembatan hidung berbentuk bujur sangkar.

Bibir: Bibir atas agak menggantung dan menutupi rahang bawah, sehingga kerangka bawah dari moncong ditentukan dari bibir.

Rahang/Gigi: Rahang sangat besar, tebal dan membengkok. Undershot ringan. Level dan scissors bite diperbolehkan.

Mata: Ukuran medium, berbentuk oval, melihat kedepan secara langsung, sedikit menonjol. Kelopak mata tertutup dengan baik. Warna dari selaput mata haruslah berwarna segelap mungkin, tergantung warna dari kulit. Ekspresi yang tajam dan penuh perhatian.

Telinga: Berbentuk segitiga, jatuh, dengan posisi diatas tulang pipi. hampir selalu dipotong dalam bentuk segitiga sama sisi.

Badan

Leher: Kuat, cukup kurus, berotot, sepanjang kepala.

Badan: Panjang badannya lebih panjang dari tinggi punggungnya. Terbentuk dengan kokoh, tetapi tidak kekar.
Punggung: Dari punggung bagian atas seperti garis lurus, lebih tinggi dari tinggi bagian belakang,  nyata, sangat berotot dan kokoh.

Pinggang: Pendek dan padat.

Bagian belakang: Panjang, lebar, sedikit condong.

Terbentuk dengan baik dalam tiga dimensi, hingga ke siku.

Ekor: Ekor berdiri cukup tinggi; sangat tebal diakar. Ekor di potong pada ruas tulang ekor keempat.

Kaki

Bagian Depan

Bahu: Panjang, sangat berotot

Lengan atas: Kuat

Lengan bawah: lurus, sangat kuat.

Sendi pergelangan & tumit: Elastis
 

Bagian belakang

Paha atas: Panjang, lebar.

Paha bawah: Ramping, kuat.

Tulang telapak kaki: Tebal & rapat.

Kaki belakang: kurang padat dibanding kaki depan.

Kulit: Cukup tebal, sedikit ketat.


Kulit

Bulu: Pendek (tidak polos), berkilau, sangat tebal dengan sedikit rambut dasar.

Warna: Hitam, mengarah ke abu-abu(lead grey), abu kebiruan (slate), coklat kekuningan muda (fawn), merah kehitaman (stag red), belang coklat (brindle); adanya topeng hitam pada anjing berwarna coklat kekuningan (fawn).

Tinggi dan Berat

Tinggi: Tinggi pada daerah tertinggi punggung anjing Jantan adalah 62 hingga 68cm,

Betina adalah 58 hingga 64cm. Toleransi +/- 2cm.

Berat : Jantan 42 hingga 50kg, Betina 38-45kg,.
 
Kesalahan
Setiap penyimpangan dari titik di atas harus dianggap sebagai kesalahan dan seberapa serius kesalahan tersebut harus sesuai dengan tingkat proporsinya.

Kesalahan Fatal:
Mulut yang undershot dan jelas.
Bagian hidung yang mengalami perubahan warna pigmen.
Ekor yang melingkar, ekor yang berada di posisi vertical
Kelebihan ukuran atau kekecilan
Pergerakan yang terus menerus santai/ pelan.

Kesalahan Diskualifikasi
Mulut yang overshot.
Hidung yang cekung, jembatan hidung terlalu tinggi.
Pigmen hidung yang mengalami perubahan pigmen total.
Perubahan pigmen pada dinding mata parsial dan bilateral, strabismus bilateral.
Ekor yang tidak berekor, terlalu pendek ( palsu atau bawaan lahir).
Rambut yang setengah-panjang, polos atau merumbai.
Semua warna yang tidak termasuk dalam indikasi standarisasi; bercah putih yang besar.
Anjing jantan harus memiliki dua testis normal yang turun kedalam skortum.

Anjing Maliois : GROUPE TRAVAIL CAMPAGNE

Berkembang di Perancis pada awal tahun 1960-an, kompetisi pertama diadakan pada tahun 1963.
Kompetisi CAMPAGNE terdiri dari tingkat paling bawah yaitu BREVET,CAMPAGNE 1,CAMPAGNE 2 dan paling akhir CAMPAGNE 3. Kompetisi tidak akan pernah sama, menempatkan semua kwalitas yang harus dimiliki oleh anjing-anjing di kompetisi ini : emosi, penjagaan, Loncatan, ketangkasan di air, obedience, sosialitas.
CAMPAGNE ini lengkap dari semua regulasi-regulasi dog sport di dunia, sungguh unik.
Di kompetisi ini, anjing-anjing tidak hanya menunjukkan keberanian mereka saja tetapi juga kekuatan fisik mereka juga harus prima. Dibagian OBEDIENCE, mereka harus menyelesaikan situasi yang komplex seperti pencarian dan penjagaan objek.
Yang unik lagi, decoy berdandan seperti orang jahat, badut dsb serta dilengkapi clatter stick dan senapan genggam (revolver 9mm).


TABEL UJIAN
- Melangkah dengan tali untuk semua tingkatan.
- Melangkah tanpa tali untuk semua tingkatan
- Tolak makanan untuk semua tingkatan
- Ganti posisi untuk CAMPAGNE 1,2,3
- Tanpa handler untuk semua tingkatan
- Melompati tali/pagar 1 meter untuk semua tingkatan
- Melompati rintangan jerami 1,2 meter untuk CAMPAGNE 2 dan 3
- Melompati sungai kecil untuk CAMPAGNE 2 dan 3
- Melompati tembok atau "palisade" untuk CAMPAGNE 2 dan 3
- Mengirim anjing ke air utk CAMPAGNE 3
- Retrieve terlihat di air untuk brevet, CAMPAGNE 1 dan 2
- Retrieve tidak terlihat di air utk CAMPAGNE 2 dan 3
- Mempertahankan handler, dgn muzzle terpasang utk CAMPAGNE 3
- Mempertahankan handler tanpa muzzle untuk semua tingkatan
- Serangan berhadapan 30m dgn tongkat utk semua tingkat
- Serangan senjata api untuk CAMPAGNE 1,2,3
- Serangan berhadapan 60m dgn tongkat utk CAMPAGNE 2,3
- Serangan dengan melarikan diri 60m utk CAMPAGNE 3
- Penjagaan objek utk CAMPAGNE 3
- Pencarian dan pengawalan utk CAMPAGNE 2, 3
- Pelacakan utk brevet dan CAMPAGNE 1,2
- Pelacakan menggunakan article utk CAMPAGNE 3
- Free Tracking utk CAMPAGNE 3

PENILAIAN TINGKAT BREVET

Obedience
- Melangkah dgn tali : 5
- Melangkah tanpa tali : 10
- Penolakan makanan (1 throw,1 piece) : 5
- Long down (1 menit tanpa handler) : 10
- Lompat rintangan 1m : 10
Bite
- Pertahanan handler tanpa muzzle : 30
- Serangan berhadapan dengan tongkat di jarak 30m : 40
Water Exercises
- Retrieve terlihat : 10
Tracking
- Pelacakan dengan objek di akhir track : 30        TOTAL : 150
Chien
Alerte
Maitrise
Performant
Attentif
Gagneur
Nageur
Enrichhissant

Tingkah Laku Anjing Malinois


Berlari / Running
Malinois memiliki satu kecepatan yaitu kecepatan tinggi/overdrive, dan sangat jarang sekali dapat melihat malinois duduk diam dan tenang.
Melompat / Leaping
Saat Malinois tidak berlari, mereka melompat, mereka tidak melangkah secara manis di tangga menuju ke lantai atas misalnya atau di kursi dan meja. Mereka lebih memilih metode "alternatif" termasuk melompat melewati sofa dari belakang ke depannya, menyambar atau menerkam saat kita tidur atau saat berbaring, berpura-pura akan meloncati pagar atau bergelayutan dipagar hanya memastikan kalau kita memperhatikan mereka atau membenturkan badannya ke kita hanya untuk menarik perhatian kita.
Clacking / Clomping
Clacking atau menimbulkan bunyi "KLAK" untuk mencari perhatian kita dihasilkan saat Malinois seperti menggigit udara. Sebenarnya mereka tidak membuat suatu kontak terhadap kita maupun terhadap suatu objek, mereka hanya meluapkan emosinya (seperti sedang 'gregetan').
Clomping adalah kecenderungan berusaha seperti Clacking, clomp adalah menabrak pelan atau senggolan antara kepala atau giginya ke bagian tubuh kita.
Malinois juga sangat luar biasa bermain dengan mainan atau bola. Beberapa yang mereka sangat gemari seperti kongs, orbees dll. Mereka juga senang bermain dengan bola tenis atau semua jenis bola, tetapi kita harus selalu mengawasi mereka saat bermain.Bola tenis pada umumnya memiliki zat tambahan menyerupai pasir halus yang akan mengakibatkan kerapuhan pada gigi anjing, perhatikan saat membeli bola tenis untuk mainan anjing.

Garis keturunan Malinois, kaitannya dengan Dog Sport dan Working Dog


Malinois (Chien de Berger Belge), adalah jenis anjing kerja yang memiliki potensi bagus/ baik untuk kegiatan kegiatan Ring Sport maupun Working Dog (digunakan untuk anjing polisi,militer,gembala dan SAR).
Asal asli ras ini adalah negara Belgia dan sekarang ada beberapa negara yang mengembangbiakkannya seperti Jerman,Perancis,dan Belanda yang mana masing masing memiliki karakter dan sifat yang berbeda.
Malinois yang berasal dari breeder breeder Belgia biasanya tumbuh dengan ukuran badan yang sedikit lebih besar dari ukuran Malinois pada umumnya dan memiliki gigitan yang penuh (full mouthed grips). Malinois dari Perancis adalah anjing yang sangat tangkas, cepat, dan memiliki keinginan kerja untuk periode waktu yang panjang. Sedangkan Malinois yang berasal dari Belanda dikenal akan kecepatannya dan menabrak keras saat menggigit tetapi biasanya tidak full grips, sementara Malinois yang berasal dari negara Jerman dikenal akan cepat saat obedience, menabrak keras saat menggigit dan juga untuk kecepatannya.
Ini merupakan gambaran secara kasar saja tentang tipikal-tipikal Malinois yang berasal dari negara negara Eropa,tetapi gambaran ini cukup akurat.
Ini juga merupakan cerminan dari kegiatan kegiatan Ring Sport yang mereka lakukan di masing masing negaranya.
Belgian Ring, menekankan pada grips gigitan oleh karena itu anjing anjing yang berasal dari negara ini memiliki grips gigitan yang baik (full).
French Ring, menekankan pada ketahanan waktu, ketangkasan dan kecepatan.
KNPV menekankan pada bentrokan atau menabrak keras saat menggigit, sehingga anjing anjing dari Belanda larinya sangat cepat dan keras saat menggigit.
Schutzhund / IPO, menekankan pada kecepatan saat obedience dan ketenangan saat menggigit, sehingga anda bisa lihat banyak anjing-anjing dari Jerman dengan kwalitas seperti ini.
Banyak breeder yang telah mencoba menyilangkan diantara garis garis keturunan tersebut dengan harapan akan lahir anjing dengan potensi potensi tersebut diatas. Negara Belgia dan Perancis menghasilkan Malinois dengan sifat keturunan yang banyak. Jerman relatif baru dan telah mulai menyilangkan antara garis keturunan dari Belanda dan Belgia, dan belakangan ini menyilangkan dengan garis keturunan dari Perancis.
Dog Sport sangat berkaitan dengan working dog (anjing yang digunakan untuk keperluan kepolisian,militer,SAR maupun pengembalaan hewan ternak).
KNPV di negara Belanda tidak dilihat ataupun disadari sebagai sport tetapi lebih merupakan ujian untuk menjadi anjing polisi. Schutzhund diciptakan oleh Jerman sebagai jalan untuk sipil yang menyiapkan anjing-anjing yang kemudian digunakan untuk keperluan militer dan kepolisian.
Kegiatan-kegiatan Protection Dog adalah ujian-ujian untuk working dog tidak hanya sebatas Sport saja.
Tiap tiap ujian mungkin mengalami kegagalan atau hasil yang tidak sempurna tetapi bisa dijadikan awalan yang baik sebagai ukuran untuk induk yang akan dikembangbiakkan begitupun sebagai sarana pelatihan untuk berbagai jenis ras working dog.
Mungkin kita sulit menemukan working dog yang bagus tanpa salah satu gelar "SPORT" seperti Sch, FR, MR, Korung dan sebagainya di pedigree nenek moyang mereka.

Little Dog, Big Stone

Several weeks ago I saw a chihuahua mix for a problem of bloody urine.  I realized that this wasn't a routine urinary tract infection when I did my exam and felt something rather large and hard in her abdomen. A quick x-ray later and my suspicion was confirmed...there was a particularly large stone in her bladder.
For those who aren't used to looking at radiographs, the stone is the big egg-shaped object on the right near the femur.  
Unfortunately, the owner couldn't afford surgery and went home with antibiotics.  A couple of weeks later she came back because her dog seemed to be whining and uncomfortable.  After another exam and checking a few things I concluded that she was painful from the stone, and only removing it would help.  I sent her home with some pain medications, and thankfully the owner was able to get an extension on her Care Credit.  We scheduled the surgery quickly and I went to work.
**Graphic images to follow**
That object is the urinary bladder before I cut into it.  The surgical approach is actually rather simple, not much different than doing a spay.  In fact, we went ahead and spayed this dog while we were in the abdomen, something the owner said she wished she had done years ago.
This is the stone coming out of the bladder.  As you can tell, the stone pretty much filled the entire bladder, and the bladder wall was very thickened and inflamed because of the irritation.  In this particular case it was one single stone, which is less common than having several smaller ones.
Here is the stone after surgery with a scalpel handle for scale.  This is nowhere near the largest stone I've removed.  The winner would be one that was the size of my whole palm, removed from a large dog many years ago.
The patient recovered and is doing fine.  We're waiting on the results of analysis of the stone to determine its composition which will allow us to determine the best way of preventing it from happening again.

A Tumor Or An Alien

A Tumor Or An Alien?

My technology detox went well (though my son complained daily about being bored because he didn't have TV or video games), so it's back to blogging.
Today I wanted to share a case I had from a few months ago.  Really the case was pretty straight-forward, but the images are cool.  The dog had a mass on it's back that had been there for a year or two but had recently begun growing larger.  I've seen a lot of things in my career, but this one actually impressed me.
Fair warning...some of these images are graphic to the faint of heart, but certainly aren't the worse ones I've shown.  Proceed at your own risk.
These pictures are from the beginning of the surgical removal.  The dog is anesthetized and the area shaved and prepped for surgery.  Notice how long the dog's hair is.  Now imagine this ulcerative, oozing mass covered with matted hair!  Yep, that's what I saw on the initial exam.



That's a pretty impressive mass.  I half-jokingly wondered if there was an alien somewhere in there, ready to pop out like the "chest burster" in the Alien movies.  Sadly, such was not the case.
The mass was pretty routine to remove, though there were a lot of large blood vessels going into it and I kept having problems with bleeders.  Nothing that vets don't face almost daily, though, and all vessels were easy to clamp and tie off.  As bloody as this may seem to some people, the actual loss to the patient is minimal and doesn't require a tranfusion.



Many people aren't aware, but skin is constantly under slight tension.  When you cut through skin that tension is relieved, causing a gap.  When you remove part of the skin (including a tumor) the gap becomes even more prominent.  When you have a large mass and want to get 2cm margins around it (to make sure it's all removed) you can end up with a pretty large defect, and closing such a large wound can be challenging.  Thankfully, we are trained in doing so!  There are actually several neat tricks and techniques you can do to get the edges touching each other so that healing is faster.
And here are the "after" pictures!  A bit tight, but considering how much I had to remove I was very happy with the results.

So what the heck was the tumor?  I'm glad you asked!  We sent it off for pathology and it came back as a hair follicle tumor.  It was benign, just locally aggressive, so the outcome was really good.  The patient did well and the incision completely healed.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls